Jumat, 16 November 2007

BANYAK MAKAN SILAKAN ASAL

Seorang ulama tersohor kelas dunia datang ke Indonesia untuk memberikan pencerahan kepada para aktivis dawah. Sang ulama sangat terkenal dengan pandangannya yang moderat dan buku-buku yang sangat luar biasa banyaknya. Buku sang ulama telah diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia. Luar biasa kondisi kebugaran sang ulama karena tak tampak keletihan walau telah berlama-lama berbicara dan melanglang buana ke seluruh pelosok negeri.

Ketika saat makan tiba, terhenyaklah para aktivis dawah karena pemadangan yang mengherankan. Sang ulama makan sangat banyak, melebihi batasan wajar jumlah piring makanan orang Indonesia. Bertanyalah salah seorang aktivis tersebut dengan menyatakan keheranannya. Dengan ringan dijawablah oleh sang ulama : “Janganlah hanya melihat berapa banyak saya makan akan tetapi lihatlah berapa banyak buku yang telah saya hasilkan.”

Dari kisah tadi ada satu kaedah yang harus dipahami oleh orang yang akan menerapkan gaya hidup sehat : Keseimbangan Energi. Secara sederhana keseimbangan energi memperhatikan keseimbangan antara energi yang diperoleh dari proses masuknya makanan ke tubuh dan energi yang dikeluarkan karena beraktivitas. Kalori dari makanan dan minuman yang dikonsumsi tidak akan bersisa apabila terdapat jumlah pembakaran yang seimbang. Apapun jenis kandungan makanan dan minuman yang dikonsumsi : lemak, protein, karbohidrat, mineral dll akan tersisa dalam bentuk lemak apabila tidak dibakar habis.

Rasulullah mengajarkan agar setiap muslimin selalu membaca doa sebelum makan dan minum. Bahkan Rasul juga menekankan saat kita lupa membaca doa sebelum makan dan minum untuk membaca doa ketika berakhirnya aktivitas itu. Secara ruhiyah dimulai dan diakhirinya makan dan minum ini setiap kita harus menyertakan Allah dalam setiap aktivitas kita sebagai wujud penghambaan manusia di hadapan Sang Pencipta.

Secara tersirat ada kandungan lain dari tuntunan ini. Rasul mengajarkan demikian dengan maksud agar kita menyadari segala tindakan yang sedang kita lakukan. Rasul mengajari kita untuk selalu bertanggung jawab. Walaupun tindakan itu hanya sebatas makan dan minum.

Setiap kita harus mengukur sampai sejauh mana kebutuhan kita atas makanan dan minuman. Segera akhiri ketika memang kebutuhan kita telah terpenuhi. Dengan keterlibatan Allah SWT dalam proses ini akan membentuk kalkulasi biologis yang otomatis bekerja sebagai ukuran kecukupan.

Makan dan minum bukanlah arena balas dendam atau pelampiasan. Makan untuk hidup dan bukan hidup untuk makan. Ketika makan dan minum bukan karena lapar atau haus terjadilah apa yang disebut dengan lapar dan haus karena dorongan psikologis. Beberapa orang mempunyai kecenderungan ketika ditimpa masalah melampiaskan kegusaran dan amarahnya dengan makan sebanyak mungkin. Demikian pula ketika mendapatkan kegembiraan dan keberhasilan, mengekspresikannya dengan minum melampaui batas. Kebiasaan yang sama sekali tidak mencerminkan kepribadian ahli surga.

3 komentar:

Lyta Chairani mengatakan...

Tapi banyak loh orang makan karena biar ga sakit....

Anonim mengatakan...

selamat dan sukses buat bung UNGGUL,
semoga Anda bisa unggul sbg caleg 2009 dari PKS, tentunya.
CONGRATULATION...

kanca dhewek (lawas), mbok?

GROSIR PERHIASAN mengatakan...

Ass. Wah, mantap banar Bung Unggul. Bujur-bujur ganal manfaatan tu nah artikelnya. Khususnya buat ulun pribadi.
Oh iya, tolong Bung, bantu ulun nyebarin informasi bisnis ulun ni nah, www.grosirbatupermata.blogspot.com
Ini bisnis bolo dhewe.

Bang A.H Banjarmasin.